Senin, 07 Februari 2022

Dunia Visual (Manipulasi Jagat) Di Mata Simbol Penguasa




Oleh : Almuhajirin

PENGANTAR
Banyak terpengaruh oleh pesona simbol kecantikan & kegantengan, mulai dari kaum Kaya atau kaum Miskin, hingga penguasa dan bawahan itu semua di anggap sudah relevan tak ada yang mampu memunafikan diri individual orang. Oleh sebab itu penglihatan mata itulah menjadi kebenaran dan kebenaran itu juga melebihi kebenaran asli, sedemikian rupa desaign kapitalis merupakan salah satu ideologi menunjukkan gagasan, Digitalisasi mampu menguasai 'Dunia Baru' Teknologi hingga Sapiens (Manusia Berakal), lemah dengan kecanggihan akalnya. Indera penglihatan adalah salah satu membuktikan realitas dari segala realitas, apa yang terpancarkan dimata dengan tangkapan warna membuat mata mengenali dan membedakan objek yang dituju. Namun kenyataannya penglihatan juga mampu dimanipulasi oleh kebenaran dari realitas objek 'Potrer Gambar' memvisualisasikan sebuah realitas menjadi realitas dengan kata lain menirukan objek gambar dengan berbagai visual seperti; TV, Artefak, hingga penglihatan itu agak bingung mana objek realitas asli dengan perbandingan objek dijadikan subjek realitas palsu.

"arti sebuah simbol sebagai petanda dengan Penanda tanda dalam arti mengimajinasikan sesuatu objek dengan mengenali dan menkonsepkan sesuatu imajinasi itu sendiri.¹ penanda adalah sebuah hasil dari imajinasi yang secara sistematis dibentuk kemudian mengaktualisasikan objek dari imajinasi tersebut, sehingga penanda dapat membuktikan bahwa keberadaan realitas dari objek imajinasi itu sendiri.²" 

Simulacra seperti halnya yang dijelaskan, Digitalisasi itu sebuah konsep yang banyak memvisualisasikan realitas asli, hingga banyak yang mengira bahwa objek yang terlihat itu adalah asli, taunya itu adalah permainan sebuah visual imajinasi. Terkadang penglihatan juga bisa terkecoh dengan realitas.

Petanda sebuah prodak menunjukan prodak kepada semua orang, dengan fisik luar bagus, simbol dari kata-kata yang dapat menggiurkan selera hasrat untuk membangun sebuah keinginan orang, namun semua itu ditunjukan oleh petanda dengan kata-kata "sebuah prodak mampu memberikan kecantikan" dengan kata lain penanda objek visual tersebut tak mampu merubah realitas petanda jelek dengan memakai prodak untuk merubahnya menjadi cantik.

HIDUP MERUPAKAN SIMBOL
Didalam dunia Visual seperti gambaran yang dijelaskan di atas!!! Manusia adalah sebuah simbol sebagai petanda bahwa manusia hidup dan beraktifitas di dunia. Penanda membuktikan bahwa realitas simbol dibingungkan oleh banyak petanda yang sudah divisualisasikan oleh gambar yang serupa dengan realitas asli, contohnya seperti di era globalisasi modern, dimana dunia globalisasi dapat menyerupai dengan realitas asli tersebut, sehingga realitas yang satu melebihi daripada realitas itu sendiri, sehingga dari permainan dunia simulacra menyebabkan 'hipperalitas' kebenaran yang berlebihan. 

Dunia globalisasi sudah membuktikan keberadaan hipperealitas dan kehidupan sudah berada di rana demikian. Sebagaimana dijelaskan oleh Agus Sudibyo 2019. bahwa kapitalisme sudah menyebar dimana-mana dengan memvisualisasikan semua yang ada, sehingga dunia Digital adalah jalan untuk memudahkan akses daripada rencananya. Karena digitalisasi berhasil menarik perhatian manusia untuk saling beraktivitas di dunia global. Sebagaimana digitalisasi adalah instrumen yang memfasilitasi manusia untuk bersosial, akses yang mudah dan praktis, terbukti bahwa hampir setengah dari penduduk bumi berada dirana dunia hipperealitas.

Negara-negara adalah sebagai alat untuk mempromosikan brosur-brosur sebagaimana prodak itu dapat memberikan kenyamanan dan sampai-sampai ada yang mabuk kebayang akan dunia Digitalisasi, Digitalisasi adalah sebuah hiburan yang dapat memberikan sebuah kenyamanan sehingga dari kenyamanan itu pulalah banyak manusia yang kurang sadar apakah sedang berada di dalam dunia nyata ataukah dunia visual???
Seperti hal yang terjadi dimana pengaruh untuk mencapai kekuasaan banyak yang melewati jalan praktis seperti halnya dalam dunia Digitalisasi itu sendiri, terbukti petanda mempengaruhi dengan subauh prodak dituliskan lewat promosi bahwa prodak ini akan memberikan kebahagiaan, kesejahteraan, kedamaian, dan sebagainya. Namun realitas yang dihasilkan oleh imajinasi itu berbeda dengan realitas aslinya. Tapi itulah dunia visual dengan banyak simbol sebagai petanda untuk menunjukan capaian terakhir adalah kenyamanan bahkan lebih daripada itu "Hipperealitas".

Terakhir
Sebagai manusia pada dasarnya adalah makhluk yang 'Berpikir' dan memiliki 'Hati', sehingga tuhan mengatakan, bertakwalah kepada Allah yang menciptakan Kamu dari diri yang satu (Adam) dan Allah menciptakan pasangan nya (Hawa) dari diri nya. (QS. An Nisa Ayat 1). Artinya; dengan kesadaran untuk mencapai inti dari pada ketauhidan lewat gambaran kecil itu manusia dapat berfungsi akal dan hati untuk menentukan mana yang menjadi petanda dan manakah yang menjadi penanda, bahwa dia makhluk yang diciptakan. Dan "Terdapat tanda-tanda kebesaran (Allah) bagi yang berakal" (QS. Ali Imran Ayat 190).

Peran HMI Dalam Kontestasi Kebudayaan


"Peran HMI Dalam Kontestasi Kebudayaan"


Oleh : Almuhajirin


Pengantar 

Sejak Pertama kali Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dibentuk oleh seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN), yang bernama Lafran Pane, dengan bertujuan menegakkan dua nilai Keindonesiaan dan Keislaman pada 14 Rabiul Awal 1366 H bertepatan 5 Februari 1947 dua tahun sesudah kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Melihat gejolak yang terjadi di masa-masa Indonesia sedang dijajah oleh negara asing yang ingin merampas semua Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia, sehingga masa itu Rakyat Indonesia di Landa krisis Moral, meliputi pengetahuan, agama, keilmuan, kesenian, hukum, adat istiadat, hal tersebut menyebabkan Indonesia berada dalam kondisi yang cukup sulit.

Dari gejolak yang terjadi itu Lafran Pane memiliki gagasan untuk membentuk sebuah wadah atau organisasi perkumpulan mahasiswa. melihat masyarakat di dzolimi tidak ada yang berani menentang kebijakan otoritas dari pemerintah yang mendirikan sebuah kekuatan hukum dalam bentuk Hirarki (kepentingan kelompok), sehingga kelompok yang lain tidak dipedulikan dan hanya dijadikan sebagai budak dari kebijakan yang telah dibuatnya.

Kembali dari pada asas tujuan HMI pertama ingin meninggikan derajat Rakyat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dalam mebela melawan kezdoliman. Kedua Keislaman sebagaimana Indonesia berada dalam fase kesulitan menyebabkan pengetahuan tentang ilmu agama yang menjadi kepercayaan masyarakat itu kurang bahkan sama sekali tidak ada. 

Dengan demikian HMI berpegang teguh dalam dua asas tujuan tersebut sebagai landasan yang akan menjadi tujuan dan sekaligus moto perjuangan seluruh kader demi membela dan melawan di setiap gejolak yang ada. Sebagai organisasi perkaderan demi "Terbinanya mahasiswa islam menjadi insan ulil albab yang turut bertanggung jawab atas terwujudnya tatanan masyarakat yang di diridhoi oleh Allah SWT". Dalam hal inilah HMI tertanam jiwa yang peduli dan cinta kepada negara dan bangsa melalui cita-citanya.¹

Catatan

¹Rusdiyanto. 2019. MPO: 'Anak Haram Orba Pewaris Sah HMI'. Yogyakarta.



Budaya (Culture)

Budaya diambil dari bahasa sansekerta yaitu "buddhayah" yang merupakan bentuk jamak "Buddhi" (budi atau akal), diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan Budi atau akal manusia. Dalam bahasa Indonesia berasal dari kata "kultur" yaitu sebagai daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam. Berikut beberapa pengertian budaya menurut para ahli :

1) E. B. Taylor budaya merupakan suatu keseluruhan yang kompleks meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, keilmuan, adat istiadat, dan kemampuan lain yang menjadi kebiasaan manusia sebagai anggota masyarakat. 2) R. Linton kebudayaan sebagai konfigurasi tingkah yang dipelajari dan hasil tingkah laku yang dipelajari dimana unsur pembentuknya didukung dan diteruskan oleh anggota masyarakat lainnya. 3) Koejaraningrat kebudayaan ialah seluruh sistem gagasan yang dipelajari manusia.

Dengan demikian kebudayaan atau budaya menyangkut segala aspek tingkah laku manusia baik secara material ataupun non material. Artinya keseluruhan yang dipelajari oleh manusia itu dinamakan budaya, sehingga kebudayaan itu adalah menjadi ciri khas yang dilakukan oleh suatu wilayah tertentu, dan yang akan mengembangkannya adalah anggota atau masyarakat setempat.²

Catatan

²Laode Monto Bauto. 2014. Prespektif Agama dan Kebudayaan.



Hancurnya Budaya 

Nilai-nilai moral dan religius serta etika sering memberikan petunjuk yang sangat berharga bagi perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup. Permasalahan-pemasalahan lingkungan tidak hanya dipecahkan dengan teknologi dan metode ilmiah saja akan tetapi juga perlu dibantu dengan kekuatan-keuatan lain yaitu religious (agama), kepercayaan, dan etika pengaruh sikap manusia terhadapa alam.

Manusia sebagai makhluk individu sosial mengambil segala sesuatu dari lingkungannya sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia sebagai makhluk tuhan yang paling sempurna terkadang merasa paling berhak untuk menguasai dan mengeksploitasi alam melebihi batas kebutuhannya. Hal inilah yang kemudian menjadi krisis global. Keadaan ini menurut Zuhri (2013) diperparah dengan pandangan hidup positivisme yang ditawarkan oleh Auguste Comte, (1798-1857) dan para pendahulunya (Rane Descrates, Thomas Hobes, Jhon Locke, dan Davide Hume). Pandangan positivisme ini menafikkan segala dimensi spiritual. Salah satu akibat dari pandangan poitivisme, manusia merasa dapat berbuat apa saja dalam menguasai dan mengeksploitasi alam dan sesama manusia tanpa ada perasaan khawatir akan mempertanggung jawabkannya dihadapan tuhan. Eksploitasi alam dan sesama manusia ini akan tumbuh subur terutama dalam masyarakat kapitalis yang lebih mementingkan pertumbuhan ekonomi. ³

Catatan

³Maridi : 2015. Mengangkat Budaya dan Kearifan Lokal Dalam Sistem Konservasi Tanah dan Air.



Manusia yang telah diberikan amanah oleh tuhan sebagai khalifah (pemimpin) dibumi, kemudian dibekali dengan akal pemikiran supaya mampu mengelola isi bumi. Dengan itu semua dapat kita lihat dan kita rasakan. Kemudian mengacu kepada konsep Homo Sapiens (manusia berakal), bahwa dimasa lampau ketika para leluhur kita dizaman batu dari empat sudut penjuru bumi mereka mungubah seluruh flora dan fauna setiap benua dan pulau tempat mereka tinggal.⁴ Diera abad 21 banyak kita lihat terkait pemanfaatan tumbuh-tumbuhan sebagai hiasan taman dihalaman rumah, dan hewan disetiap benua berbeda-beda dan banyak juga orang-orang memelihara binatang liar sebagai sebuah hobinya atau kecintaan terhadap binatang.

Catatan

⁴Yuval Noah Harari. 2018. Homo Deus, (Masa Depan Umat Manusia). PT. Pustaka Alvabet.



Kemudian dari pergantian abad ke-abad dari zaman batu kezaman slickhon dan lain sebagainya, bahwa semakin berubahnya zaman maka akan semakin baru kehidupan manusia, sehingga masuk dalam konsep imigrasi (perpindahan penduduk). Sehingga kebiasaan-kebiasaan, keyakinan, budaya, adat istiadat, dari leluhur masyarakat setempat atau generesi-generasinyalah yang akan melanjutkan hasil dari temuan, perjuangan, dan budaya, adat istiadat dan kebiasaannya dalam melestaraikan/mengembangkan itu.

Kita kembali berkaca dikehidupan sekarang, budaya sebagai ciri khas disuatu wilayah yang seharusnya kita kembangkan/lestarikan semakin lama itu semakin hilang dan bahkan sudah ada yang punah. Dengan perubahan zaman yang semakin meningkat, sehingga kebiasaan lama itu dilupakan, seperti contoh musik tradisional, kesenian, tari, dan pakaian adat kesopanan, sekarang lama-kelamaan akan punah, karena sudah jarang dilihat dan tidak ada generasi yang memerdulikan untuk melestarikan itu semua.

Dengan adanya perubuhan baru dari zaman milenial ini, mulai dari pakaian, pengetahuan, teknologi, dapat kita lihat realitasnya diindonesia, Mulai dari pakain yang dulunya pakaian-pakaian baik wanita ataupun laki-laki dulunya pakaian-pakaian yang beradab dan sopan, sekarang dengan munculnya pakaian baru yang dengan desainnya yang bagus dengan harganya yang mahal. Tapi dampaknya apa? Sebagian besar perempuan ataupun laki-laki berpakaian yang memperlihatkan keseksian tubuhnya.

Dampak dari semua itu tidak terlepas dari pengaruh-pengaruh budaya baru, budaya baru itu adalah teknologi. Karena dengan kehadirannya teknologi dunia sudah banyak perubahan. Dengan adanya teknologi yang tujuannya baik sebagai intsrumen untuk memudahkan orang-orang berkumunikasi secara jauh dengan keluarga, teman, bahkan bisa mengenal orang luar diberbagai Negara dan mengajarkan kita bersosial.

Media sosial memang menghadirkan kegembiraan, gairah, dan kemudahan baru bagi masyarakat. Sebuah mode interaksi sosial baru telah lahir dan mengentakan dunia. Masyarakat menikmatinya dan berasyik masuk dengan mainan baru itu. Hingga pada suatu titik, kita mendapati ada yang mabuk kebayang dan lupa diri. Mereka menggunakan media sosial bukan untuk menguatkan empati sosial dan saling pengertian antar-sesama, bukan hanya untuk bereuni dengan kawan lama, melainkan juga untuk bertindak jahat kepada orang lain.⁵

Catatan

⁵Agus Sudibyo. 2019. Jagat Digital (Pembebasan dan Penguasa). Jakarta.



Belum lagi muncul bahwasan teknologi nano memperkuat risalah yang jauh lebih optimis lagi. Sebagian ahli percaya bahwa manusia akan mengatasi kematian pada 2200, yang lain mengatakan 2100. Kurzweil dan de Grey bahkan lebih optimitis. Mereka mengemukakan bahwa dengan memiliki badan yang sehat dan Rekning yang sehat dibank, pada tahun 2050 akan manghasilkan pencapaian serius dalam konsep imortalitas kebahagiaan dan keilahian dalam arti manusia memiliki kekuatan super setara dengan dewa. Menyiasati kematian dalam suatu waktu. Menurut Kurzweil dan de Grey, setiap 10 tahun atau lebih kita akan menuju klinik dan menerima perawatan perombakan yang tiada hanya akan mengobati penyakit, tetapi juga untuk meregenerasi lembaran sel, dan memperbaiki tangan, mata, serta otak. Sebelum tiba perawatan berikutnya, para dokter sudah menemukan tumpukan obat-obat baru kemajuan-kemajuan dan gawai. Jika Kurzweil dan de Grey benar mungkin sudah ada sosok-sosok imortal yang berjalan disekeliling kita. Yang benar adalah mereka mortal bukan immortal seperti tuhan, karena manusia super dimasa depan masih tetap bisa mati dalam perperangan atau kecelakaan.⁶

Catatan

⁶Yuval Noah Harari. 2018. Homo Deus, (Masa Depan Umat Manusia). PT. Pustaka Alvabet.

Minggu, 26 Desember 2021

Propaganda Media dan Oigarki Kekuasaan: Posisi dan Hak Rakyatat Dimana?

 


Oleh : Tata Sapriadin

Ketua Umum HMI Komisariat Hijau Hitam

Politik kuasa media Noam Chomsky "Setiap hari, bahkan setiap menit dan detik, kita sedang menyaksikan pertempuran berbagai kepentingan di media massa" Objektivitas media massa pada kenyataannya tidak mudah disepakati. 

Media bisa dikatakan juga rekonstruksi tertulis atas suatu realitas. Namanya juga rekonstruksi berarti tergantung bagaimana orang dibalik media dalam kerja kerjanya. Banyak rekayasa opini menggiring publik dengan propaganda media. Diskursus ini menjadi tidak asing lagi dikalangan published.                 

Revolusi industri 4.0 banyak merubah dengan inovasi teknologi sebagai dalil untuk kemajuan dan mempercepat produktivitas. Sosial control oleh pegiat sosialita diambil alih menjadi conten.  

Mis interaksi antar sesama menjadi menjadi tabu sehingga Produktif aktivitas publik menjadi minim. Mahasiswa dan akademisi berubah haluan menjadi creator bublik atas dasar keuntungan tanpa menghabiskan waktu panjang. 

Demokrasi menjadi panggung kekuatan untuk memenangkan oligarki. Pemirsa demokrasi menjadi tontonan serta kebanggaan elit politik dengan propaganda permainan yang dimainkan. 

Dimanakah posisi negara dan bangsa yg besar dengan kekuatan kekuasaan yg tak bisa di bendum. Akan manusia menjadi budak politik di atas kekuasaan rakyat di negara demokrasi.

Ggv


 Vubvhujjnnhb


Uhuhhghuvjjjnhj















Propaganda Media dan Oigarki Kekuasaan: Posisi dan Hak Rakyatat Dimana?

 



Oleh : Tata Sapriadin

Ketua Umum HMI Komisariat Hijau Hitam


Politik kuasa media Noam Chomsky "Setiap hari, bahkan setiap menit dan detik, kita sedang menyaksikan pertempuran berbagai kepentingan di media massa" Objektivitas media massa pada kenyataannya tidak mudah disepakati. 


Media bisa dikatakan juga rekonstruksi tertulis atas suatu realitas. Namanya juga rekonstruksi berarti tergantung bagaimana orang dibalik media dalam kerja kerjanya. Banyak rekayasa opini menggiring publik dengan propaganda media. Diskursus ini menjadi tidak asing lagi dikalangan published.                 


Revolusi industri 4.0 banyak merubah dengan inovasi teknologi sebagai dalil untuk kemajuan dan mempercepat produktivitas. Sosial control oleh pegiat sosialita diambil alih menjadi conten.  


Mis interaksi antar sesama menjadi menjadi tabu sehingga Produktif aktivitas publik menjadi minim. Mahasiswa dan akademisi berubah haluan menjadi creator bublik atas dasar keuntungan tanpa menghabiskan waktu panjang. 


Demokrasi menjadi panggung kekuatan untuk memenangkan oligarki. Pemirsa demokrasi menjadi tontonan serta kebanggaan elit politik dengan propaganda permainan yang dimainkan. 


Dimanakah posisi negara dan bangsa yg besar dengan kekuatan kekuasaan yg tak bisa di bendum. Akan manusia menjadi budak politik di atas kekuasaan rakyat di negara demokrasi.

HMI dan Visi Keislaman

 


Oleh : Anjas

 Sekretaris Umum HMI Komisariat Hijau Hitam



Judul di atas sebenarnya Soekarno Dan Visi Kebangsaan tapi penulis merubah menjadi HMI Dan Visi Keislaman dari hasil karya Imam Muhlis dalam bukunya "Ijtihad Kebangsaan" ( Soekarno Dan NU). Buku yang menggambarkan secara universal jejakan perjuang bungkarno dengan NU untuk membangun negara indonesia secara mapan , maka sejarah telah menyatakan bahwa konstruksi (Pembangunan) negara indonesia tidak jauh dari campur tangan Ulama, santri Dan Kiyai. Dari intervensi dalam membangun indonesia sehingga NU di cap sebagai organisasi Oportunis,Pragmatis.


Soekarno seorang nasionalisme totalitas dengan orientasi menghapuskan kolonial dan imperial, Nasionalis adalah kecintaan pada negara dan bangsa. Termaksud NU seorang nasionalis hanya saja orientasinya sedikit berbeda dia lebih mengedepankan syariat islam(Tradisional), Bungkarno mengakui sewalaupun NU tradisional dia mampu mengadaptatif dengan perkembangan zaman, mulai dari hirarki politik, budaya.


 Kerap kali muncul perspektif sosial akan eksistensi NU dan Soekarno dalam hal ini membuat mereka mengeluarkan ungkapan yang sedikit keras "Demi Mempertahankan kekuasaan" Apalagi bungkarno dan Hasym as,ary sama-sama orang jowo (jawa). 

Tapi bagi Soekarno NU bukanlah seperti pemikiran di atas sehingga pada waktu presiden soekarno dalam pidatonya yang berjudul " Saya Cinta Sekali Pada NU" pidato soekarno itu di sampaikan pada penutupan muktamar nahdatul ulama di solo, 29 Desember 1962. Sejarah telah membuktikan sewalaupun mereka berdua berbeda dalam menerapkan dakwahnya tapi hakikatnya sama. ( Buku Ijtihad Kebangsaan) penulis Imam muhlis


*HMI Gerbong Bagi Mahasiswa Islam* 

HMI merupakan gerbong besar bagi mahasiswa dan pemuda indonesia yang selalu memberikan semangat keislaman dan keindonesiaan. HMI organisasi islam paling tua di di bumi nusantara dengan menganut idiologi pembangunan Kesadaran keislaman, yang tidak kontrak dengan berbagai paham yang merebak di teritorial (Wilayah) Indonesia, "Berdiri di atas kaki sendiri tanpa di intervensi oleh sekelupak manusia "Yaitu ketidaktergantung pada pemerintah indonesia, Mungkin istilah "Go to hell with your aid" ( Persetan Dengan Bantuanmu). Dengan etos perjuangan yang mapan membuat Founding Father ( Lafran Pane) terlihat apatis intervensi dari pemerintah.


 Sehingga akhirnya HMI telah berhasil membumikan semangat keislaman dan keindonesian kepada seluruh mahasiswa dan pemuda indonesia alkhususnya rakyat indonesia dengan menyakinkan perjuangan HMI dalam melawan kekejaman agresi mileter II sekaligus (Jas Merah "PKI"). Pada hakikatnya untuk menyakinkan sosial sangat sulit dengan hanya menggunakan teoritis tapi dengan keintelektualitas kader himpunan mahasiswa islam menunjukkan dengan kontribusi atau dedikasi yang aktif di bumi nusantara.

Berangkat dari pemikiran di atas membuat Posisi HMI di bumi nusantara selalu di incar oleh Komunisme (PKI) sehingga dengan berbagai taktik dan strategi Pki membentuk ormas dalam menyuarkan untuk membubarkan HMI " PKI menjadikan HMI sebagai ancaman sekaligus musuh paling besar. Hipotesis yang penulis pakai kemungkinan (Probabilitas) pembubaran HMI dulu ada intervensi besar-besaran pki dengan menggunakan sistem kekuasaan sebagai instrumennya, iya, sejara yang mengatakan bahwa memang ada campur tangan dari orla.


Pada dasarnya HMI dari awal di dirikan oleh prof. Drs . Hj Lafran Pane berdasarkan pada perihal mahasiswa dan pemuda yang cendrung hiburan, pada hakikatnya hiburan adalah konsepsi kaum kolonialisme dan imperialisme, hal ini juga yang membuat bungkarno membangun negara sendiri melihat pribumi indonesia di bawah hegemoni kolonial dan imperial sebaliknya juga NU di bangun karena ini asbabul nujul sehingga penulis mencoba menarik sebuah premis minor bahwa HMI, NU,Soekarno memiliki visi yang unggul,religius,paling terpenting nasionalisme 


Maka dengan Ideologi HMI "Khitta Perjuangan" merupakan titik kesadaran bagi seluruh elemen mahasiswa islam indonesia sebagai manhaj gerakan. Sebelum kita masuk pada inti pembahasan sebaiknya kita mengetahui dulu yang melatar belakangi idiologi sehingga bercokol di atas hidup manusia , Buku " Ijtihad Kebangsaan (Soekarno Dan NU) Ada seorang filsuf prancis "Antoine Destut De tracy (1754-1836) telah menciptakan istilah idiologi pada tahun 1796. De Tracy memandang "Idiologi sebagai ilmu tentang pikiran manusia yang mampu menunjukkan arah yang benar menuju masa depan. Secara definisinya idiologi adalah pandangan dunia (Fazlu sangaji). 


HMI menjadikan khitta perjuangan sebagai idiologi atau manjhas gerakan mereka dalam menghadapi realitas kehidupan karena dengan realitas kita akan mengetahui bagaimana kezholiman manusia. Realitas membuat keadaan menghadirkan oportunis di segala aspek kehidupan sehingga memunculkan hasrat yang berkepanjangan ,merujuk dari bukunya "Filsafat Materialisme Penulis Muttadha Dan Muttahhari". Hasrat adalah emas bagi manusia untuk mencapai mimpi mereka yang belum tercapai dalam artian bayangan penghubung (Imajinasi) keyakinan masalah hasrat akan berakhir dengan fanatik buta pada realitas kongkrit.


Maka Visi HMI "Islam" menjadi poin urgen bagi kader-kader HMI dalam membumikan ajaran dari nabi muhammad Saw yang di utus oleh Allah SWT sebagai pembenar dari kebohongan nenek moyang, takhayul dalam meluruskan manusia yang salah jalan. Ada satu buku yang pernah penulis baca " Islam Dan Teologi Pembebasan dengan tiga konsep, Iman, jihad dan tauhid (Asgar Ali enggineer) sebaliknya Tan malaka dengan bukunya Madilog meluruskan ummat manusia dari dogma keliru.


Dari hasil yang penulis baca Literatur-literatur yang ada bahwa pemikir islam maupun setengah islam menunjukkan kepeduliannya sebagai manusia. Maka HMI menjadi lokomotif bagi manusia modernitas yang sedang berada dalam kungkungan kapitalisme liberatif.


Tindakan kapitalisme momok (menakutkan) bagi masyarakat modernitas sekarang, mulai dari pendidikan,budaya, politik, gerakan, sudah di apit secara sistemik oleh kaum kapitalisme ,sehingga agak sulit bagi masyarakat non pendidikan dalam memahami ini semua. Dalam rangka untuk menindaklanjuti supaya tidak membuminya penindasan kapitalisme, Bungkarno pernah mengatakan sebuah bangsa maju bukan atas dasar propaganda tetapi berdasarkan penindasan-penindasan, merujuk dari pemikiran di atas akan menghadirkan delik yang berkepanjangan bagi masyarakat, Maka HMI harus hadir dengan visi islam yang modernitas dengan konsep-konsep syariat.


Karena Islam adalah roh kehidupan HMI sejak berdiri maka seharusnya kader himpunan mahasiswa islam harus mapan dalam nilai keislaman, HMI harus membawa konsep baru dalam berdakwa seperti yang di katakan oleh ibnu taimiya maupun ibnu kayim, bahwa kita harus mampu bergerak melampaui nilai-nilai konservatit jangan gampang terhegemoni oleh keadaan dan hasrat, HMI rasional bukan irrasional dalam artian HMI harus betul-betul menjadi kapal besar dalam menaungin manusia kontemporer.


Bungkarno seorang manusia sintesis (Nasionalis, islam, komunis),tapi jangan kita anggap dia tidak bisa islam ,malahan dia lebih mapan persoalan nilai islamnya karena dia bergurunya pada oemar said tjokroaminoto, Ahmad dahlan, Hasym as,ary. Menurut bungkarno islam agama yang "sederhana" Rasional dan mengandung gagasan progresif dan egaliter bungkarno juga tertarik pada aliran mu,tazilah karena menanamkan prinsip "Tauhid Dan Keadilan" Tapi harun nasution pernah mengatakan bahwa aliran mu,tazilah dalam memajukkan dunia islam dan mengejar ketertinggalannya dengan cara kembali pada etos pemikiran rasional,filosofis dan ilmiah.


Menurut dari buku ijtihad bahwa bungkarno mendalamin islam hasil dari kontemplasi panjang dia dalam penjara tepatnya di sukmiski surabaya sehingga dia betul-betul menghidmakan dirinya pada islam berangkat dari riwayatnya bungkarno sehingga penulis teringat dengan perkataan marx " Agama Candu" tempat untuk manusia lemah dalam senda gurauanya ketika mereka di apit oleh kegentingan yang mencekik dalam hal ini muhammad abduh seorang pemikir islam pembaharu yang ingin menintegrasika islam dan tuntutan zaman modern ( Rasional "Akal" ) sebaliknya menurut amin abdulah pemahaman terhadap mengenai alqur,an secara normatif tanpa melihat realitas plural akan menjadi stagnan, kita harus melihat pada aspek realitas dan sejarah islam harus di tela,ah secara mendalam dalam upaya tidak fragmentatif dan eksklusif.


Soekarno juga melihat bahwa banyak orang islam yang secara taqli buta dalam membawa islam dan mengustadkan dirinya sehingga banyak masyarakat yang terjerumus dalam doktrinisasi yang salah kaprah ,maka disini sukarno menempatkan akal sebagai instrumen dalam mengkaji lebih dalam mengenai islam sampai-sampai dia menunggu kedatangan hadis baru dasarnya soekarno, al-afghani, muhammad abdu, sekaligus mu,tazilah. 


Muhammad arkoum juga pernah mengatakan kenapa islam di adu domba dan sehingga memunculkan kata radikal ,fundamental karena belum ada terobosan nilai islam sebenarnya di kanca dunia karena islam baru di kanca nasional, bungkarno mengatakan akal dan islam sama-sama menuju pada kebenaran. 


Sukarno membandingkan pada abad ke 20 di eropa mereka semua masuk islam karena faktor ada orang mubaliq yang memiliki dakwah moder dan saistifik ,Sayid ameer ali mengatakan juga dalam "bukunnya spirit of islam" islam seperti karet dan inilah yang membuat islam cocok dengan kemajuan zaman


Nah , Kelemahan islam seperti yang di katakan oleh pemikir islam di atas HMI harus betul-betul reaktif dengan cepat upaya membentuk persatuan dalam mencapai islam rahmatanlilalamin. 


Maka Kita ketahui secara bersama bahwa islam kokoh sampai sekarang karena banyak faktor yang membentenginya seperti halnya di teror islam pobia, radikal ,fundamental,tapi HMI ,Muhammadiyah, NU, Masyumi, PII, memiliki prinsip yang fundamental yaitu memajukkan islam seperti tujuan menciptkan adil dan makmur. Organisasi islam hadir karena ada cekatan dari arus zaman yang semakin membabi buta ,maka hadirnya ormas islam sebagai tempat pembelajaran nila-nilai Kemanusiaan,keislaman. HMI pun sebaliknya memiliki prinsip mendasar " Terbinanya Mahasiswa Islam Menjadi insan Ulil Albab yang turut bertangung jawab atas terwujudnya tatanan masyarakat yang di ridhoi Allah SWT" 


HMI pun di asumsikan anak dari masyumi dalam khitta perjuangan bahwa HMI independensi dan juga bukan organisasi massa, Iya betul HMI pernah berdekatan dengan masyumi karena memiliki visi yang sama dari hal inilah yang membuat HMI akrab dengan masyumi pada saat sukirman menjadi ketua pertama Masyumi dia seorang pejuang yang pemberani sewalaupun pendidikanya di barat tetapi dia tetap konsisten pada penyebaran islamnya begitupun muhammad natsir seorang cendekiawan, ulama, politikus.


Bagi penulis kalaupun tidak ada ormas islam yang berdiri akan terjadi kegaduhan yang sangat menakutkan, Islampun sekarang udah banyak aliran apalagi tidak ada yang membentengin, Menurut azra bahwa para sarjana harus bertanggung jawab terjadinya dikotomi islam tradisional dan moderat "Mari Gelorakan Visi Islam Yang Unggul dengan memperkukuhkan niat dalam menyatuhkan visi kolektif" ( Anjas) 🤭

DITETAPKAN MENJADI KETUA HMI KORKOM LAFRAN PANE, M. IDHAR AJAK KOMISARIAT BANGUN SEMANGAT KOLEKTIF PERJUANGAN.

  Mataram- M. Idhar Resmi Ditetapkan Menjadi Formatur Ketua Umum Kordinator Komisariat ( KORKOM ) Lafran Pane pada kamis ( 6/01/...